Debu dan asap berkepul – kepul dijalanan
“Dari tadi Cuma ngomongin
“Iya. Ini mau dilanjutin”
Datanglah seorang pemuda dengan pakaian yang masih rapi di siang hari yang panas dengan muka yang cukup ganteng. Perawakan tinggi besar tegap, rambut perpotong cepak, yang menghampiri warung kopi dengan membawa map yang berisi lampiran lamaran pekerjaan. Dialah joni, joni adalah seorang pemuda lulusan sarjana ekonomi yang berasal dari desa yang kurang ternama, maksudnya cukup terpencil. Dia adalah salah satu anak desa yang berhasil dalam bidang pendidikan. Sudah beberapa hari ini dia berkeliling mencari pekerjaan dan sampai saat ini dia belum juga mendapat pekerjaan di
Setelah mengunjungi perusahaan ke 101 dan didak diterima juga dia pun lelah untuk mencari pekerjaan, kemudian dia duduk di warung kopi tersebutdan bercakap-cakap dengan pemilik warung yang terlihat cukup ramah. Mereka bercakap-cakap tentang kerasnya kehidupan di
“Bagaimana dengan mas sendiri.” Joni terlihat penasaran
“Begini…..Tapi sebelumnya Nama Saya Andi”
“oh….iya nama saya Joni”
“Jadi begini ceritanya…………..”
Kemudian pemilik Warung itu menceritakan bahwa dia saat datang ke
“begitulah ceritanya”
Setelah mendengar cerita itu Joni pun berpikir tentang nasibnya nanti kalau tak dapat kerja. Sarjana saja di
“mas, kok bengong sih”
“Nggak…mas!”
Setelah beberapa menit bercakap-cakap dengan pemilik warung kopi tersebut tiba-tiba terdengar wanita berteriak.
“tolong-tolong”
“mas ada yang minta tolong, tolongin dong !”
Kemudian dengan refleksnya, ia lalu mengejar penjambret itu. Dan baru beberapa langkah menghajar, ia pun balik dan mendatangi wanita itu.
“hai gadis, aku joni doain aku ya supaya berhasil”
“ok, aku doain kamu tapi kamu harus berhasil menangkap penjambret itu ya.”
Kemudian Joni berlari sekencang mungkin mengejar penjambret itu dengan kekuatan penuh. Setelah satu menit mengikuti penjambret itu akhirnya ia pun tepat berada di belakang. Penjambret itu pun tahu bahwa joni berada di belakangnya. Untuk mengecok Joni penjambret itu berlari-lari berkelok-kelok seperti pembalap formula satu yang ngepot ke
“dug.ahhhh….ahhhh Tiang kok ada
Setelah itu, pada saat Joni menabrakkan dirinya pada tiang. Penjambret itu melihat Joni dan mulai tertawa terbahak-bahak tanpa henti.
“makanya jaga matamu untuk tidak melihat kemana-mana saat kau lari.’’
Dengan mata masih berkunang-kunang,kepala pusing, pening, jonipun masih sanggup mencoba mengejar penjambret itu. Tetapi baru beberapa langkah Jonipun tak sengaja mengijak kulit pisang. Dan ia pun terpeleset dan kemudian ia terjatuh.
“oh…..tidak.”
Kemudian penjambret itupun tertawa terbahak-bahak lagi dan tak sadar dia ngompol dicelana. Jonipun berganti yang tertawa terbahak-bahak.
“ini sangat memalukan, penjambret kok ngompol dicelana kayak anak kecil saja.”
“Diam kau awas kau, oh iya akukan harus lari dari pada memikirkan ngompol.”
“Tunggu”
Mereka mulai berkejar-kejaran lagi walaupun Joni sangat kesakitan karena menabrak tiang dan terjatuh terpeleset. Setelah beberapa menit , jonipun mulai pulih untuk mengejar lagi penjambret. Seperti yang sebelumnya , penjambret itu mulai melakukan lari zig zag, kesana kemari. Saat ada pertigaan yangdidepan ada sebuah sungai, penjambret itu bingung untuk memilih jalan yang kanan atau kiri. Iapun berhenti sejenak dan menoleh ke kanan dank e kir. Kemudian ia menoleh kebelakang dan melihat Joni semakin dekat. Jonipun tidak ingin meloloskan penjambret itu. Dengan semangat yang meledak-ledak untuk menangkap penjambret, kemudian Joni melompat seperti harimau yang mau menerkam mangsa dan saat yang lebih cepat dari joni, penjambret itupun menghindar dan Jonipun tersungkur dan mengenlinding (menyusuri tanah) ditepi sungai dan akhirnya Jonipun terjatuh kedalam sungai yang cukup kotor.
“wow… itu sangat bagus, saya beri nilai 10.” (sambil tertawa)
“ Jangan tertawa, awas kalau ketangkap”
Kalau gitu aku pergi dulu”
Penjambret itupun pergi dan mulai tak terlihat lagi. Jonipun keluar dari sungai dan mencari wanita itu. Dan minta maaf kapada wanita itu
“maaf nona aku tak dapat penjambret itu”
Oh tidak apa-apa. Tapi kenapa kamu terlihat seperti itu”
Ceritanya panjang. Udah ya sampai jumpa”
##*****************##
Beberapa hari kemudian, Joni masih berkeliling mencari kerja. Masih saja Joni tidak dapat pekerjaan, tapi Joni tidak menyerah sebelum ia mendapatkan pekerjaan jika tak mendapatkan pekerjaan juga ia akan mencari pekerjaan yang lain dan yang lain serta yang lain. Seperti biasanya ia pergi ke warung milik Andi dan nongkrong sambil menikmati segelas es kopi susu dingin, minuman favoritnya di siang bolong yang cukup panas.
Setelah beberapa menit kemudian ada wanitaberteriak minta tolong karena ia di jambret oleh seorang penjambret yang pernah menjambret beberapa lalu ketika Joni tak bias menangkapnya karena kecerobohan Joni.
“oh.. ternyat dia lagi. Hari ini aku pasti menang”
“Jupin,junep jojon ah siapa sih namanya”
“Joni, Joni”
“Oh ya joni, semoga berhasil”
Kemudian joni pun berlari kencang sekali untuk mengejar penjambret itu. Penjambret itupun menoleh ke belekang untuk melihat siapa yang mengejarnya. Kemudian penjambret kaget karena yang mengejarnya orang yang sama saat ia dikejar joni. Penjambret itu berpikir, mudah untuk mengecoh joni untuk yang kedua kalinya. Jadi penjambret itu menambah kecepatan dan mulai berlari berkelok-kelok, meloncati parit dan melewati tanah kosong. Joni juga kaget karena yang dia kejar penjambret yang dulu mempermainkan hingga jatuh ke sungai yang kotor. Joni menjadi bernafsu untuk mendapatkan penjambret itu dan membalas dendam. Joni tak ingin lagi dipermainkan oleh penjambret itu jadi ia lebih hati-hati untuk memperhatikan jalan dalam mengejar penjambret itu walaupun penjambret itu mengecoh joni dengan berlari kencang dan berkelok-kelok melempati tempat-tempat sepi. Setelah 20 menit mengejar penjambret itu yang menempuh jarak 15 km. merekapun mulai leleah dan nafasnya terenggah-enggah. Stamina mereka meningkat karena dapat berlari selama 20 menit tanpa henti. Ternyata setelah kejadian yang memalukan itu, joni terus berlatih dengan selalu berlari-lari saat pagi hari sebelum mencari pekerjaan. Begitupun dengan penjambret itu. Penjambret itu melihat joni apakah joni masih di belakang penjambret itu. Penjambret itu kaget malihat joni masih dibelakangnya . kemudian penjambret itu lari lagi dengan masih menoleh-noleh ke belakang sambil berlari. Karena itu tanpa sengaja menabrak sebuah mobil yang diparkir di tepi jalan.
“dug..ohhh….”
Rasanya bagaimana mas, enak tho, mantap tho, ayo sini tak gendong ke rumah sakit.” (Sambil tertawa terbahak-bahak)
Seperti pejuang yang tak ingin menyerah oleh penjajah, penjambret itu kemudian bangun dan melanjutkan untuk berlari menghindari dari kejaran joni. Joni masih tertawa tarbahak-bahak tak sadar bahwa penjambret itu sudah kabur agak jauh dengan masih merasakan kesakitan setelah menabrak mobil yang terparkir ditepi jalan. Jonipun ikut berlari mengejar penjambret itu. Setalah satu menit pengejaran yang berjalan kurang menarik karena stamina sudah menurun karena kelelahan jadi larinya cukup lambat dank arena itu pengejaran kurang menarik lagi dari yang pertama tadi. Walaupun larinya semua pada lambat, pengejaran menjadi menarik karena penjambret mulai cemas karena si joni mulai dekat untuk menangkapnya, karena kecemasanya penjambret itu berlari sambil menoleh-noleh ke belakang dan akhirnya ia terjatuh kedalam lubang yang ada didalam nya saat penjambret itu melihat joni di belakang. Jonipun tertawa terbahak-bahak.
“kamu sudah menyerah belum”
“Sebenarnya sih belum, tapi karena aku sudah lelah aku menyerah . apalagi badanku sudah sakit semua”
“Bagaimana bila kamu menyusuri tepian sungai dan akhirnya jatuh juga ke sungai yang kotor, pasti sakitlah. Itu sama dengan hari ini.”
“Ya aku menyerah. Ini tasnya. Tapi jangan dilaporkan ke kantor polisi ya.’’
“Emangnya kenapa kalau dilaporkan “
“jangan, kamu tau kenapa saya menjambret, saya dulunya juga dari desa…………”
Penjambret itu menceritakan bahwa ia juga dari desa sekitar dua tahun yang lalu. Ketika itu ia tak tahu apa-apa dengan
“begitulah cerita saya”
“Ya sudah taka pa-apa” (kemudian menolong penjambret itu)
“terima kasih aku janji tidak akan menjambret lagi sekarang.”
“kalau aku sudah dapat pekerjaan dan ada lowongan pekerjaan nanti aku cari kamu”
“Terima kasih. Nanti aku tungguin di tongkrongan mu biasanya di warung kopi itu, aku tunggu hasilnya, ya!”
“Tapi aku tidak janji ya”
“nggak apa-apa”
Kemudian joni pun pergi ke tempat wanita yang di jambret itu didekat warung kopi Andi di pinggir jalan. Wanita menunggu dengan cemas di warung kopi tersebut.
“hey nona. Ini tasmu”
“Terima kasih”
“Tapi kenapa kemarin, saya tak berhasil menangkap penjambret itu kamu tidak marah”
“karena tas itu hanya berisi uang. Tapi yang ini ada
“Oh..iya-iya. Tapi mana hadiahnya. Oh ya ini ada pesan dari penjambret itu”
“apa isinya?”
“bacalah sendiri. Tapi mana hadiahnya?”
“oh ya, nama saya Diana”
“Diana”
“kamukan menanyakan namaku. Itu sudah saya jawab dan ini satu lagi”
“Apa ini”
“lihatlah saja, sampai jumpa”
Kemudian joni hanya terbengong pada wanita yang sudah pergi agak jauh, Diana hanya member sebuah kertas yang berisi tentang lowongan pekerjaan di perusahaan yang cukup elite dan disitu tertulis Diana sebagai direkturnya. Disitu tertulis juga dibutuhkan dua orang untuk bekerja di perusahaan tersebut. Hal ini masih membuat joni bingung dan terbengong didepan warung kopi selama beberapa menit.
